Jumat, 07 Oktober 2011

Air Putih Turunkan Resiko Diabetes Hingga Tujuh Persen


Menenggak minuman bersoda memang segar dan memberikan sensasi yang seru di mulut. Tetapi jika Anda ingin menghindari kemungkinan terkena diabetes, pilihlah air putih ketimbang minuman bersoda atau minuman manis lainnya.


Para peneliti dari Harvard University, Amerika, menunjukkan temuan baru mereka bahwa mengganti minuman manis dengan air putih akan membantu secara signifikan untuk menurunkan berat badan sekaligus menurunkan resiko terkena diabetes tipe 2 hingga tujuh persen. Hasil penelitian tersebut dirilis akhir pekan lalu oleh the Sustaining the Blue Planet : Global Water Education Conference di Montana, Amerika.

“Untuk menurunkan resiko obesitas dan penyakit cardiometabolic, sangat penting untuk menurunkan konsumsi minuman manis dan menggantinya dengan air putih atau teh dan kopi tanpa gula,” ungkap Professor Frank Hu dari the Harvard School of Public Health,seperti dikutip oleh Daily Mail. Dia juga menambahkan, bahwa minuman bersoda dan manis meningkatkan resiko penyakit hati.

Penyakit diabetes tipe 2 adalah penyakit diabetes paling umum. Menurut situs diabetes Australia, tipe ini dialami 85 - 90 persen penderita diabetes. Biasanya, penyakit ini menyerang orang yang lebih tua dengan usia di atas 45 tahun. Namun kini semakin banyak orang muda bahkan anak-anak yang terserang diabetes tipe 2 ini. Lebih lanjut, riset dari peneliti Harvard University itu menunjukkan bahwa orang yang mengalami diabetes tipe 2 akan kehilangan kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi energi. Hal inilah yang kemudian menyebabkan level tekanan gula darah melonjak.

Di Inggris sendiri, menurut data dari National Health Service (NHS), menunjukkan lebih dari 2,8 juta orang mengalami kondisi kronis diabetes. Sedangkan satu juta orang lainnya mengidap penyakit tersebut tanpa mengungkapkannya.

Menurut Kinvara Carey, General Manager Natural Hydration Council di Inggris, seiring meningkatnya kepedulian mengenai obesitas, penting untuk mengubah gaya hidup secara massal. Kata Carey, ada cara sederhana untuk membantu kita mencapai gaya hidup yang lebih sehat.

“Memperhatikan apa yang kita minum adalah sama pentingnya dengan memperhatikan apa yang kita makan. Air putih tidak mengandung kalori maupun bahan-bahan tambahan lain,” kata Carey.

Kamis, 06 Oktober 2011

5 Hal yang Bikin Kita Menjadi Pelupa

Sering lupa di mana menyimpan kunci mobil? Atau lupa membuat janji dengan seseorang? Ya, penyakit lupa memang sulit dihindari. Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa diatasi.

Hasil dari sebuah riset di Inggris yang dilakukan oleh National-Lottery.co.uk menunjukkan bahwa sebagian besar orang dewasa melupakan setidaknya tiga hal ketika mereka berbelanja ke supermarket. Pertama, mereka lupa harus berbelanja apa. Kedua, lupa meninggalkan makanan atau minuman mereka hingga dingin. Terakhir, lupa meletakkan kunci rumah atau mobil mereka.

Penyakit lupa yang sering diderita ini memang awalnya muncul dari hal-hal kecil. Hal kecil itu kemudian dibiarkan karena dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan berlanjut, maka bukan tidak mungkin, memori otak kita semakin melemah.

Menurut dr. Hermawan Suryadi, SpS, dokter spesialis saraf, mengingat sesuatu memang bagian dari tugas memori otak. Lupa, tambahnya, sering terjadi karena otak tidak bisa menyimpan semua data. “Kalau ada hal-hal yang tidak diberi perhatian khusus atau dianggap tidak penting, maka otak tidak akan menyimpan dan merekam. Itu sebabnya kita lupa,” urai dr Hermawan.

Secara teori, menurut dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Mitra Kemayoran ini, memori otak sebenarnya bisa dipakai hingga usia 80 tahun. Namun, kemampuannya akan menurun seiring pertambahan usia dan penurunan fungsi bagian tubuh yang lain.

Namun, bukan tidak mungkin, penurunan memori otak sudah terjadi di usia produktif, pada orang berusia muda. Penyakit lupa di usia muda salah satunya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Niatnya menjaga dan merawat otak, gaya hidup kita seringkali malah merusaknya. Berikut adalah gaya hidup yang sering kita lakukan dan dapat merusak atau menurunkan fungsi otak.

Makan sembarangan. Kesibukan dan tuntutan pekerjaan terkadang membuat orang sering tidak memerhatikan apa yang masuk ke dalam tubuhnya melalui makanan. Menurut Hermawan, semua itu membentuk gaya hidup “asal kenyang” dan “asal enak” sehingga banyak yang tidak memedulikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Kecenderungannya, mereka memilih makanan instan yang banyak menggunakan zat kimia berbahaya, makanan cepat saji, atau makanan-makanan dengan kandungan lemak, gula, dan garam yang tinggi. Makanan-makanan tersebut berbahaya karena dapat memicu penyakit seperti stroke, yang akhirnya berdampak langsung pada otak.

Rokok dan racun. Tidak hanya menyebabkan penyakit-penyakit kronis untuk tubuh, seperti kanker atau stroke, rokok dan racun-racun lain seperti narkoba dapat merusak sel-sel dan menghambat regenerasi sel, termasuk sel-sel otak manusia. Hal itu akan memicu penuaan dini. Salah satu ciri penuaan dini yang terjadi adalah menurunnya daya ingat.

Kurang tidur. Pekerjaan atau tawaran hiburan terkadang membuat kita lupa waktu dan lupa istirahat, termasuk lupa tidur. Menurut dr Hermawan, setidaknya sepertiga waktu manusia digunakan untuk beristirahat. Artinya, kita seharusnya memiliki waktu tidur sekitar delapan jam dalam sehari. Saat tidur itulah tubuh beristirahat dan melakukan normalisasi, termasuk otak. Akan tetapi, tak hanya jatah tidur yang diperhatikan, kualitas tidur pun harus dijaga. Tidur yang berkualitas adalah tidur yang tanpa dengkuran. Dengkuran dapat memicu penyakit lain, seperti jantung atau stroke, lho. Selain itu, mendengkur, menurut dr Hermawan, dapat menyebabkan pikun.

Stress. Stress akan memicu ketegangan di otak dan membuat energi otak habis. Itu sebabnya pada orang stress seringkali muncul istilah pikiran buntu atau mampet. Seseorang yang mengalami stress biasanya tidak dapat berpikir jernih atau normal karena otaknya kewalahan dan kehabisan energi, termasuk saat harus mengingat atau mencari informasi di otak. Stress yang berlebihan juga dapat memacu pelepasan hormon kortisol yang akan mengganggu ingatan.

Malas. Banyak orang yang bekerja hingga kelelahan sehingga berinteraksi dengan orang lain dan malas berolahraga. Padahal, interaksi dengan orang lain membuat otak kita terasah. Sering kali dalam mengobrol, ingatan lama dipanggil kembali sehingga memori otak berlatih. Selain menjaga kebugaran tubuh, olahraga tentu saja juga dapat menjaga kebugaran otak karena saat berolahraga, biasanya kita akan rileks dan otak menjadi tidak tegang. Berolahraga juga memungkinkan kita menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Rabu, 05 Oktober 2011

Seusai Operasi, Ahmad Fatih Malah Buta-Tuli



04102011_mal_praktik.jpgKisah menyedihkan dialami Ahmad Fatih Asyifa (3), warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Bayi ini mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, dan kelumpuhan setelah menjalani operasi hernia di RS Siti Khodijah di Sepanjang, Sidoarjo.

Penderitaan Fatih itu diketahui setelah pihak keluarga dan penasihat hukumnya, M Sholeh, mendatangi Komisi E (bidang kesejahteraan masyarakat) DPRD Jawa Timur, Senin (3/10/2011). “Sebelumnya, anak saya seperti anak umumnya, bisa bicara, bermain, dan juga berjalan,” ujar Rumikan, ayah Ahmad Fatih, kepada wartawan.

Sekitar Juni 2011, Fatih dibawa ke RS di kawasan Wiyung, Surabaya, untuk menjalani pemeriksaan di poli umum karena buah zakarnya besar sebelah. Seminggu kemudian, bayi ini diperiksa dokter spesialis. Hasilnya, bocah ini divonis hernia dan harus dioperasi.

Namun, orangtua Fatih, Rumikan (41) dan Nur Solikah (37), menjanjikan sekitar 2-3 bulan lagi karena tidak punya uang untuk biaya operasi yang menghabiskan sekitar Rp 3 juta-Rp 4 juta. “Saya sampaikan masih belum punya uang. Kata dokter enggak apa-apa menunggu uangnya dulu,” tuturnya.

Seusai Operasi, Ahmad Fatih Malah Buta-TuliAkhir Juli, Fatih panas tinggi. Sang ibu membawanya ke bidan desa yang kemudian dirujuk ke RS Siti Khodijah. Lalu, operasi hernia digelar, Selasa (5/7/2011) pagi. Beberapa jam kemudian, Fatih koma dan kejang-kejang sehingga dimasukkan ke ruang ICU. “Kata dokter, itu reaksi obat bius,” ujar Ny Nur Solikah.

Keesokannya, orang tua Fatih meminta anaknya dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya. Sampai di Instalasi Rawat darurat (IRD), Fatih dimasukkan ke ruang ICU. Setelah 15 hari dan panas tinggi mereda, bayi itu boleh dibawa pulang dengan bekal obat-obatan.

“Hernianya sudah sembuh. Tapi, anehnya, sekarang anak saya lemas, tidak bisa melihat, pendengaran juga terganggu. Padahal, sebelum dioperasi anak saya bisa berjalan, bermain, berbicara,” jelas Ny Nur Solikah.

Penasihat hukum keluarga Ahmad Fatih, M Sholeh, mengatakan, Fatih kemarin dirawat inap di RSU Dr Soetomo untuk mengetahui duduk persoalannya. Rencananya, Selasa (4/10/2011), Sholeh akan mendatangi RS Khodijah untuk mengklarifikasi kasus ini. “Karena, menurut saya, RS ini tidak punya iktikad baik, kondisi koma kan dari sana, jadi harus diusut,” ujar Sholeh.

Sholeh telah menyiapkan gugatan. “Tuntutan kami minimal semua biaya pengeluaran dari awal sampai akhir ditanggung RS,” tutur Sholeh. SURABAYA, KOMPAS.com




Selasa, 04 Oktober 2011

Mengapa Rokok Bisa Picu Kanker Payudara?

Hampir semua orang tahu, merokok mempunyai dampak buruk bagi kesehatan dan merupakan salah satu faktor pencetus timbulnya penyakit. Studi terbaru bahkan menunjukkan, merokok dapat meningkatkan kadar hormon seks pada wanita pasca mengalami menopause.

Seperti diketahui, tingginya tingkat hormon estrogen dan androgen sangat berpengaruh terhadap resiko munculnya kanker payudara dan endometrium, serta diabetes tipe 2. Temuan ini berdasarkan hasil pemeriksaan sampel darah dari 2.030 wanita menopause berusia 55 - 81 tahun. Peneliti menemukan bahwa wanita perokok cenderung memiliki tingkat sirkulasi hormon androgen dan estrogen yang lebih tinggi dibandingkan mantan perokok dan mereka yang tidak pernah merokok.

Temuan ini menurut peneliti rencananya akan diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada bulan Oktober tahun ini.

“Peningkatkan kadar hormon seks pada mereka yang merokok menunjukkan bahwa, asap rokok selain mempunyai efek langsung beracun dan karsinogenik, juga dapat mempengaruhi resiko penyakit kronis melalui mekanisme hormonal,” kata Judith Brand, dari University Medical Center Utrecht di Belanda.

“Kabar baiknya adalah efek dari merokok tampaknya reversibel. Kadar hormon seks pada wanita akan segera menurun jika mereka berhenti merokok,” tambahnya. Brand menuturkan, dengan segera berhenti merokok maka kita akan memperoleh sejumlah manfaat kesehatan seperti misalnya, mengurangi resiko kanker, gangguan pernafasan dan penyakit jantung.

Senin, 03 Oktober 2011

Puasa dan Menghindari Gagal Ginjal

Gagal ginjal hingga memerlukan cuci darah kebanyakan merupakan akibat diabetes melitus. Jumlah kasusnya mencapai 45 persen, disusul akibat tekanan darah tinggi sebesar 28 persen.

“Kegagalan ginjal akibat diabetes melitus atau nefropati diabetik bisa dicegah dengan cara mengontrol kadar gula dan tekanan darah,” kata dokter spesialis penyakit dalam Budiman Darmowidjojo dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
           
Budiman menyampaikan hal itu dalam Media Edukasi Jakarta Diabetes Meeting ke-20 bertema “Menghindari Kerusakan Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus”. Narasumber lain adalah Kepala Divisi Metabolik Endokrin FKUI Imam Subekti.

Budiman mengatakan, gagal ginjal berupa kebocoran selaput penyaring darah pada ginjal mengakibatkan gangguan pengeluaran zat racun lewat urine. Akibatnya, zat-zat racun itu tertimbun dalam darah dan menimbulkan resiko kematian.

Beberapa gejala awal penumpukan zat racun, antara lain, sulit tidur, selera makan berkurang, sakit perut, lesu, dan sulit berkonsentrasi. Deteksi dini yang dianjurkan adalah mengukur kadar mikroalbuminuria (protein dalam urine).

Ancaman Anemia

teh gdKerusakan ginjal juga berdampak pada gangguan pembuatan sel darah merah di sumsum tulang belakang. Produksi sel darah merah akan menurun sehingga terjadi gejala-gejala anemia.

“Dibutuhkan pemeriksaan kadar gula dan tekanan darah, serta lemak darah bagi penderita diabetes secara rutin untuk mencegah nefropati diabetik,” kata Budiman. Nefropati diabetik ditandai bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, dan penurunan berat badan. Seringkali gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit sehingga menyulitkan deteksi secara dini.

Imam Subekti mengatakan bahwa penderita diabetes (diabetesi) bisa menjalankan ibadah puasa. Untuk itu diabetesi perlu berkonsultasi terkait perubahan kadar obat kepada dokter lebih dulu. “Ada masalah hipoglikemi yang harus diantisipasi,” kata Imam. Hipoglikemi merupakan kondisi kekurangan kadar gula dalam darah. Menurut Imam, hipoglikemi jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan hiperglikemi (kelebihan kadar gula darah).

Clostridium untuk Kalahkan KankerMerusak Otak

“Hipoglikemi dalam hitungan menit bisa merusak jaringan sel otak hingga rusak secara permanen, sedangkan hiperglikemi prosesnya dalam hitungan hari,” kata Imam.

Dalam sebuah penelitian, Imam mengatakan bahwa berpuasa bagi diabetesi memberikan manfaat penurunan berat badan sampai 50 persen. Hanya 6 persen yang justru naik berat badannya.

“Sepanjang kadar gula darah dapat dikendalikan dengan baik, diabetesi dapat berpuasa dan tetap sehat,” kata Imam.

Puasa Bikin Panjang Umur

Puasa Bikin Panjang UmurBerpuasa selama ini lebih dilihat sebagai suatu ritual keagamaan. Namun penelitian ilmiah, mengungkap manfaat puasa bagi manusia. Ternyata, mengurangi tubuh Anda dari asupan makanan akan bisa membantu tubuh.
            
Kita selalu dinasehati ketika sakit, yang terbaik haruslah tetap makan agar bisa menjaga tenaga kita. Sebenarnya, kenyataannya bukan itu. Jika seorang yang sakit benar-benar berpuasa, tenaga yang lebih banyak akan tersedia untuk membantu memerangi penyakit karena tubuh dibebastugaskan dari tugas mencerna makanan.
            
Energi yang dibutuhkan untuk mencernakan makanan sangatlah besar. Selalu ada nasehat agar tidak setelah makan atau kalau tidak dituruti kita akan kram di dalam air.
            
Ketika Anda berpuasa, semua energi yang ada akan difokuskan untuk mengeliminasi racun yang ada dalam badan. Sayangnya hanya binatang dan bayi yang tetap punya insting alami ini ketika sakit dan menolak untuk makan.
            
Dr. Ray Walford, peneliti terkenal dari UCLA mengatakan, “Mengurangi makan sejauh ini adalah satu-satunya metode yang kami ketahui secara konstan memperlambat proses penuaan dan memperpanjang jangka waktu maksimum hidup dari hewan berdarah panas. Penelitian ini tidak diragukan lagi juga dapat dipakai untuk manusia karena berlaku untuk setiap spesies yang selama ini diteliti.”
            
Penelitian itu juga menyimpulkan kalau membatasi masuknya makanan dalam tubuh akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat kemunduran fisiologis tubuh.
            
Berpuasa pada intinya adalah suatu metode untuk memberi suatu hari libur pada sistem pencernaan sehingga proses pemulihan dapat dijalankan.
            
Pesan di sini cukup sederhana, “Makanlah lebih sedikit, maka Anda akan hidup lebih lama.” Jagalah perut Anda maka dia akan menjaga Anda. Jadi jangan ragu lagi untuk berpuasa!

Sabtu, 01 Oktober 2011

Manfaatkan Kekebalan Tubuh, Dikembangkan Pendekatan Baru Vaksin Kanker


Para ilmuwan mengembangkan sebuah teknik menggunakan perpustakaan DNA yang diambil dari organ-organ, di mana tumor dapat membentuk dan memanfaatkan respon kekebalan tubuh untuk membuat vaksin yang dirancang untuk mengobati kanker.

            
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine, peneliti dari Inggris dan AS mengatakan bahwa dalam tes awal pada tikus dengan kanker prostat, vaksin eksperimental mereka mampu mengecilkan tumor. Hal itu menunjukkan hasil pengujian dapat dikembangkan di masa depan sebagai pengobatan untuk pasien kanker.
            
“Menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk mengobati kanker adalah hal menarik saat ini,” kata Alan Melcher dari University Leeds, yang ikut memimpin penelitian.
            
Menurutnya, apa yang dilakukan adalah untuk mengembangkan pendekatan baru yang dibangun di atas pondasi yang menjanjikan.
            
Melcher menambahkan, metode ini berpotensi digunakan untuk melawan bentuk-bentuk lain seperti kanker kulit atau kanker payudara. Namun pada tahap awal, penelitian itu butuh waktu beberapa tahun sebelum vaksin dapat dikembangkan untuk pengujian manusia.
            
Pengobatan imunoterapi - obat-obatan yang meminta bantuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit - merupakan bentuk yang relatif baru dan potensial untuk pengobatan kanker.
            
Obat imunoterapi disebut ipilmumab, atau Yervoy, dibuat oleh Bristol-Myers Squibb, telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada bulan Maret sebagai obat pertama untuk membantu pasien melanoma tingkat lanjut hidup lebih lama.
            
Dan April lalu, FDA menyetujui Provenge Dendreon Corp, vaksin yang dirancang untuk merangsang sistem kekebalan untuk menyerang kanker prostat.
            
Tidak seperti vaksin tradisional, vaksin terapeutik tidak dirancang untuk mencegah penyakit, namun untuk mengobatinya. Mereka mengandung gen untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi protein yang disebut antigen, yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker.
            
Beberapa produsen obat berusaha untuk mengembangkan vaksin kanker tapi pekerjaan ini terbukti sulit karena tumor masing-masing memiliki protein spesifik dan mengidentifikasi antigen yang tepat adalah rumit. Ada juga kekhawatiran bahwa jika gen lebih banyak digunakan untuk meningkatkan peluang sukses memproduksi antigen, ini mungkin memicu respon imun yang terlalu kuat bagi tubuh untuk menangani.
            
Bekerja dengan para ilmuwan dari Klinik Mayo di Rochester di Amerika Serikat; tim Melcher itu membuat vaksin terbuat dari virus yang mereka rekayasa genetika untuk mengandung “perpustakaan” dari DNA termasuk fragmen beberapa gen - dan karena antigen banyak kemungkinan.
            
Laman Yahoo.com melansir, mereka menemukan bahwa pendekatan ini tidak mengirim sistem kekebalan tubuh ke overdrive. Sebaliknya, rentang DNA berarti vaksin mampu untuk menargetkan tumor melalui banyak rute, kata mereka.