Rabu, 02 November 2011

Kenali Gejala Sejak Dini dengan Pap Smear


Pada penyakit Kanker Serviks, tahap awal menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, bagi wanita yang sudah aktif seksual amat dianjurkan melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali.


Demikian lanjutan pemaparan dokter spesialis kandungan, Madurasmi dalam seminar Kanker Serviks di Fakultas Kedokteran Unmul, menurut Dr. Madurasmi yang sudah bertahun-tahun tugas di RSUD AW Sjahranie, gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan penderita kanker stadium lanjut, dan belum terlalu dirasakan pada stadium 1 dan 2.

Biasanya muncul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, pendarahan di luar siklus menstruasi, penurunan berat badan drastis. Apabila kanker menyebar ke panggul, pasien akan menderita keluhan nyeri punggung yang juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Karena itulah Madurasmi menganjurkan agar wanita-wanita yang aktif melakukan hubungan seksual untuk melakukan pap smear, “Pap Smear merupakan tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan pap smear dilakukan dengan pemeriksaan khusus ginekologis. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan liang serviks dengan melakukan usapan. Menggunakan spatula dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek), disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

“Dengan pemeriksaan dini bagi penderita, lebih memiliki kesempatan hidup lebih panjang, karena bisa langsung melakukan pengobatan,” tukasnya.

Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali Anda dalam kategori resiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.

“Hindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tup, selama 24 jam sebelum pemeriksaan. Ini untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan,” sambungnya.

“Ingat ibu-ibu, kenali gejala kanker serviks sejak dini dengan pap smear. Kalau sudah terkena, akan banyak pengaruhnya terhadap kehidupan seks suami istri,” pesannya. (sumber : http://www.sapos.co.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar