Kamis, 17 November 2011

Wanita Memang Lebih Kuat dari Pria

Wanita Memang Lebih Kuat dari Pria
Di balik kelembutan sikap dan penampilannya, sebenarnya seorang wanita menyimpan kekuatan yang besar. Dalam hal mencegah penyakit misalnya, sistem imun mereka jauh lebih kuat daripada pria sehingga mereka pun jarang sakit.


Rahasia di balik kekuatan tersebut berhasil diungkap para ilmuwan. Mereka menemukan bahwa wanita secara genetik memang diprogram untuk lebih kebal terhadap infeksi, bahkan penyakit yang berat seperti kanker.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Bio Essay disebutkan para wanita memiliki salinan lebih kromosom X. Kelebihan itu menyebabkan kaum hawa juga memiliki molekul microRNAs yang bisa menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Penelitian lain mengenai kekuatan kaum hawa juga pernah dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas London, Inggris. Mereka mengatakan sistem imun di tubuh wanita mampu mengalahkan infeksi dengan cepat dan efektif daripada “tentara penjaga” di tubuh pria. Hal ini menjelaskan mengapa para wanita lebih jarang menderita influenza. Dalam sebuah penelitian diketahui dalam setahun seorang pria bisa menderita flu sebanyak 7 kali, sedangkan wanita hanya 5 kali.

Akan tetapi, sebagian ahli berpendapat “lemahnya” tubuh pria itu juga dipengaruhi oleh faktor stress pekerjaan sehingga mereka juga lebih rentan terkena flu.

Karenanya tak mengherankan jika usia harapan hidup wanita rata-rata lebih panjang dari pria. Selain faktor imun yang kuat tadi hal itu juga dipengaruhi oleh gaya hidup pria yang cenderung berbahaya, seperti hobi menenggak alkohol dan merokok.

“Alasan mengapa sistem imun wanita lebih kuat adalah karena faktor gen dan hormon,” kata Sabra Klein, asisten profesor mikrobiologi molekuler dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di AS.

Penelitian juga telah menunjukkan hormon, termasuk estrogen dan testosteron memengaruhi fungsi sistem imun. “Sel imun kita memilki reseptor hormon seperti esterogen. Ini berarti esterogen juga berpengaruh pada fungsi sel ini saat merespon mikroba atau alergen,” kata Klein.

Dr. Ramona Scotland, dari Universitas London mengungkapkan perbedaan sistem imun pria dan wanita juga dipengaruhi oleh jumlah sel darah putih. Ia dan timnya pernah meneliti jumlah sel darah putih, dalam usus dan paru tikus betina dan jantan.

“Dari tikus betina diketahui mereka punya sel darah putih dua kali lebih banyak dari tikus jantan. Seperti diketahui sel imun akan bekerja lebih baik dalam mendeteksi bakteri perusak dan membunuhnya,” katanya.

Sel imun pada betina juga merespon secara berbeda. “Sel-sel imun mereka merespon dengan sedang, itu berarti tubuh mereka tidak merasa terlalu sakit. Sementara pada jantan lebih lambat sembuh dan menderita lebih berat,” katanya.

Sementara itu teori lain menyebutkan alam telah menganugerahi sistem imun yang kuat karena mereka memang diharapkan tetap sehat untuk mengasuh anak-anaknya.

Sayangnya kekuatan sel imun itu juga bisa jadi bumerang untuk wanita karena mereka sendiri jadi lebih rentan pada penyakit autoimun, dimana sel imun menyerang tubuh sendiri. “Kebanyakan penyakit autoimun memang diderita kaum wanita,” kata profesor Ashley Grossman, presiden Society for Endocrinology.

Ia memang memberi contoh, misalnya penyakit lupus yang resikonya untuk diderita wanita 9 kali lebih tinggi daripada pria. Kaum hawa juga beresiko 3 kali lebih besar menderita artritis reumatoid. (sumber : http://blokbojonegoro.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar