Selasa, 27 Desember 2011

Setiap Hari 700 Wanita Meninggal Karena Kanker Serviks

Setiap hari lebih dari 700 wanita meninggal, karena kanker serviks (mulut rahim). Sementara di Indonesia, setiap hari ditemukan 40 kasus baru kanker serviks.
Kanker serviks tersebut, menurut dr Enny Setyowati Pamuji, terbanyak disebabkan karena HPV (Human Papilloma Virus). ''Kanker jenis ini urutan pertama dari berbagai kasus kanker di Indonesia,'' ujar dr Enny Setyowati Pamuji dihadapan peserta seminar 'Kenali Sejak Dini Kanker Serviks' di Yogyakarta, Sabtu (29/10).
Hal itu disampaikan dr Enny Setyowati Pamuji Sp.OG, dihadapan peserta seminar 'Kenali Sejak Dini Kanker Serviks' di Yogyakarta, Sabtu (29/10). Lebih lanjut dia mengatakan, kanker serviks di Indonesia memang menempati urutan pertama dari berbagai kasus kanker di Indonesia.
Dikatakan infeksi HPV itu sendiri, sebenarnya bisa menyerang kaum pria maupun wanita. Penularannya, lanjut dia, bisa melalui kontak kelamin atau oral seks. ''Bukan hanya karena hubungan seks semata, tetapi bisa menular karena oral seks, anal seks maupun kontak manual genital,'' katanya mencoba menjelaskan.
Dia menegaskan, risiko itu akan meningkat pada wanita perokok, berganti-ganti pasangan seks, menikah usia dini dan mereka yang terkena HIV/AIDS.
Lebih jauh dia menambahkan, virus papilloma itu sendiri berukuran sangat kecil. Bahkan, kata dia, ukuran virus itu sendiri tidak lebih dari 55 nano meter. ''Virus ini juga memiliki ratusan tipe HPV Tipe 16, 18, 31, 33, 35, 41, 51, 52, 56 dan 58 merupakan tipe yang paling banyak ditemukan pada kanker maupun lesi pra kanker serviks,'' ujarnya.
''Dan HPV Tipe 16 atau 18, merupakan 70% penyebab kanker serviks,'' imbuhnya. Seraua ia menambahkan, HPV juga bisa menyebabkan terjadinya kutil kelamin, kanker vulva dan kanker vagina.
Enny selanjutnya mengatakan, infeksi HPV itu sendiri sebenarnya tidak menimbulkan gejala. Bahkan orang yang terinfeksi bisa jadi tidak menyadari kalau sudah terinfeksi dan bahkan sudah menularkan pada orang lain.
Namun, setelah berkembang menjadi kanker, akan menimbulkan gejala-gejala antara lain keputihan yang tidak sembuh-sembuh dan secara spesifik keputihan itu berwarna keruh serta berbau busuk, terjadi perdarahan setelah berhubungan seks dan pendarahan di luar siklus haid.
Untuk deteksi dini adanya kanker serviks itu, menurut dia, sebenarnya ada berbagai macam teknik, antara lain pap smear,  teknik thin prep, IVA dan sebagainya. Namun, lanjut  Enny, akan lebih baik jika melalukan pencegahan.
Dijelaskan, pencegahan terjadinya kanker serviks itu antara lain dengan perilaku hidup sehat, melakukan skrining dan deteksi dini, melakukan vaksinasi untuk menumbuhkan kekebalan dan masih banyak lagi cara lainnya. Misalnya, dengan suntik vaksin selama tiga kali untuk mencegah kanker serviks. (sumber : http://ajijuragan.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar