Selasa, 23 Agustus 2011

Tak Hanya Lansia, Katarak Juga Bisa Serang Bayi



            Jangan dikira katarak hanya dialami kaum lanjut usia (lansia), tapi bayi baru lahir pun ternyata juga bisa terkena katarak. Hal ini bisa terjadi karena selama di dalam kandungan bayi telah terinfeksi toksoplasma. Dalam sebulan ini, RS Mata Undaan tercatat menangani tiga bayi yang menderita katarak congenital.
            Direktur RS Mata Undaan, dr. Herminiati SpM mengatakan, selama ini penderita katarak memang masih didominasi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun bayi sebenarnya juga berpotensi terkena katarak. “Katarak memang bisa juga dialami oleh bayi. Hanya saja berbeda dengan para lansia, balita yang mengalami katarak disebabkan faktor congenital atau kelainan bawaan sejak lahir,” kata Herminiati, Jumat (29/4).
            Ia menjelaskan, hal ini bisa terjadi pada bayi jika selama dalam kandungan janin terinfeksi rubella atau toksoplasma. “Jadi, ketika lahir, terdapat selaput tipis di matanya. Ini merupakan pertanda bayi mengalami katarak,” tuturnya.
            Untuk itu, dokter spesialis penyakit mata ini menekankan, pentingnya deteksi dini, “Bagi ibu hamil teraturlah memeriksakan diri ke dokter saat hamil, jadi ketika ada virus rubella atau toksoplasma bisa segera ditangani,” ujarnya.
            Selain itu, ia menyarankan, apabila petugas rumah sakit di daerah menemui kasus dan tidak bisa menangani, pasien sebaiknya langsung dirujuk ke RS khusus yang bisa memberikan penanganan sebelum terlambat.
            RS Mata Undaan sendiri gencar menyosialisasikan pentingnya deteksi dini untuk mencegah kebutaan. Salah satunya dengan menggelar seminar untuk dokter umum bertema “Peran Dokter Keluarga dalam Upaya Pencegahan Kebutaan”. Acara yang digelar dalam rangka HUT RS Mata Undaan ke-78 ini akan berlangsung, Sabtu (30/4).
            Herminiati mengatakan, seminar tersebut membahas beberapa penyakit mata yang banyak dialami masyarakat. Dengan begitu, ketika ada kasus, dokter umum bisa lebih dulu memberikan penanganan awal. “Minimal ada tindakan medis awal. Jika memang kondisinya parah, bisa dirujuk ke RS Mata Undaan,” katanya.
            Berdasarkan data di RS Mata Undaan, tahun lalu terdapat 7.353 pasien yang berobat. Jumlah tersebut termasuk pasien yang menjalani rawat jalan dan rawat inap. Mayoritas pasien yang ditangani berada dalam tahap sedang hingga berat. Katarak sendiri termasuk lima penyakit terbanyak yang ditangani rumah sakit tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar