Senin, 19 September 2011

Kesehatan Tanpa Tembakau

Rokok merupakan solinder dari kertas berukuran panjang 70 - 120 mm, yang berisi daun tembakau dicacah, dengan kandungan 4.000 elemen dan 200 diantaranya dinyatakan berbahaya untuk kesehatan.
            
Hal tersebut diungkapkan, ketua LPM STIK Makassar, Andi Ayumar SKM M Kes, di hadapan mahasiswa, di Kampus STIK Makassar, Kamis, (19/5). Menuturnya, racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
            
Tar adalah hirokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu terjadinya kanker paru-paru. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
            
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok, merupakan pembunuh yang akrab di tengah masyrakat. Setiap detik, satu orang meninggal akibat merokok. Rokok, juga membunuh separuh dari masa hidup perokok, separuh perokok mati pada usia 35 sampai 69 tahun.
            
Data epidemi di dunia menunjukkan, tembakau membunuh lebih lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini terus berlanjut, diproyeksikan pada tahun 2020 terjadi 10 juta kematian, dengan 70 % kematian di negara sedang berkembang. Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun. WHO mencanangkan program “Kawasan Tanpa Rokok” (KTR) di tempat umum.
            
Kata dia, efek racun pada perokok ini membuat asap rokok mengalami resiko lebih besar di banding yang tidak menghisap asap rokok, perbandingannya adalah sebagai berikut: 14 kali menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan, 4 kali menderita kanker esopagus, 2 kali kanker kandung kemih, 2 kali serangan jantung.
            
“Bahaya yang diakibatkan aktivitas merokok dapat menimbulkan penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut, dan kelainan kehamilan, tetapi perilaku merokok tidak pernah kendur apalagi punah, sehingga korbannya akan terus bertambah,” jelasnya.
            
Dikatakan, dampak asap rokok bukan hanya untuk perokok aktif (active smoker) saja. Ia pun punya dampak sangat serius bagi perokok pasif (passive smoker), asap rokok yang terhirup dua kali lipat racunnya yang dihembuskan pada si perokok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar