Selasa, 18 Oktober 2011

Payudara Sehat Berkat Sering Orgasme

HeadlineSebuah studi baru menyebutkan bahwa perempuan yang sering mengalami orgasme dapat membuat payudaranya menjadi lebih indah. Benarkah?

Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah penelitian membuktikan, pada saat perempuan mengalami orgasme akan melepaskan hormon-hormon yang bisa menurunkan resiko kanker payudara.

Saat mencapai puncak kenikmatan (orgasme), menurut para ilmuwan, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin atau yang dikenal juga sebagai hormon cinta, yang juga dilepaskan saat seseorang jatuh cinta, bergairah seksual, orgasme dan menyusui. Pelepasan hormon ini telah dikaitkan dengan penurunan resiko kanker payudara.

Seperti dikutip dari LA Time, Tak hanya pada wanita, studi kecil yang dilakukan pada 23 pria Yunani di 2000 juga menemukan bahwa pria yang menderita kanker payudara cenderung memiliki sejarah lebih sedikit mengalami orgasme, dibandingkan dengan pria sehat pada kelompok kontrol.

Beberapa studi menunjukkan hormon oksitosin membantu mengeluarkan zat-zat karsinogen dari cairan payudara. Inilah sebabnya, orgasme bisa membuat payudara tetap sehat, khususnya pada wanita. Selain memberi manfaat yang besar terhadap kesehatan payudara, orgasme juga memberikan keuntungan yang lain bagi kesehatan fisik secara keseluruhan. Apa saja?

Selama hubungan seksual, tubuh akan meningkatkan aliran darah dan denyut jantung secara signifikan serta otot yang tegang akan berkurang. Ketika mencapai orgasme maka seluruh tubuh akan menjadi rileks dan ketegangan  yang ada dalam sistem saraf akan berkurang. Kondisi ini juga membuat orang dapat tidur dengan nyenyak.

Orgasme dapat pula menghilangkan nyeri dan rasa sakit karena tubuh melepaskan hormon endorfin selama hubungan seks. Hormon ini mirip seperti morfin yang dapat meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa sakit.

Orgasme juga turut membakar kalori di dalam tubuh dan membantu mengurangi keinginan untuk makan. Selama orgasme tubuh akan mengeluarkan zat phenetylamine yang memainkan peran penting dalam mengelola selera seseorang, sehingga keinginan makan berkurang dan kalori terbakar.

Banyak studi telah meneliti tentang DHEA, yaitu hormon yang dilepaskan ke aliran darah selama gairah seksual dan orgasme yang berfungsi membantu menjaga arteri tetap bersih dan jantung yang kuat.

Sebuah studi pada 2001 terhadap 1.700 pria Massachusetts, usia menengah menemukan bahwa pria dengan tingkat DHEA terendah, sekitar 60 persen lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung daripada pria dengan tingkat DHEA tertinggi.

Sementara itu dua penelitian besar pada 2003 dan 2004 menemukan bahwa pria paruh baya yang setidaknya mendapatkan empat orgasme seminggu, dapat menurunkan resiko kanker prostat hingga 30 persen. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa ejakulasi dapat membuang zat karsinogen dari prostat pria. (sumber : gayahidup.inilah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar